
VdB 123 Serpens Molecular Cloud
- Jenis objek
- Nebula
- Data pemotretan
- Planewave CDK17 · SBIG STXL-11002
- Total waktu eksposur
- 22.5h
VdB 123 Awan Molekul Serpens
Terletak di ujung ekor rasi bintang Serpens, inilah sepetak wilayah langit yang terjalin dari nebula refleksi putih yang samar dan nebula gelap yang pekat. Debu antarbintang yang menyerupai awan putih dan kabut hitam yang misterius saling bersilang-silang, sehingga tampak bagaikan sebuah lukisan alam semesta yang terbentuk secara alami. Hanya saja, karena ia sangat redup, merekam detailnya bukanlah perkara mudah: dibutuhkan eksposur panjang dan kamera berkepekaan tinggi untuk dapat menangkapnya.
Saat memotretnya biasanya diperlukan teleskop yang dipadukan dengan kamera astronomi, ditambah mounting ekuatorial yang presisi serta sistem guiding, lalu melakukan stacking atas banyak foto bereksposur panjang, barulah noise dapat ditekan dan detail ditingkatkan. Karena nebula putih dan awan gelap hitam saling bersilangan lapis demi lapis, penyesuaian pada tahap pascapemrosesan pun cukup menantang.
Di dekat VdB 123 masih ada satu benda langit yang sangat mencolok — “Nebula Tengkorak Menyala” (Sh2-68) (tidak berada di dalam bingkai gambar), yaitu sebuah nebula planeter yang berwarna cerah dan berbentuk ganjil. Bila diletakkan bersama VdB 123, seluruh hamparan langit berbintang ini tampak makin kaya dan berwarna-warni. Bagi para penggemar astrofotografi, VdB 123 adalah sasaran pemotretan yang sulit sekaligus penuh pesona.
Planewave CDK 17"
SBIG STXL 11002 with AOX
Paramount ME
Astrodon 50mm LRGB
L24, 1200s; R18,G18,B22 900s
Total waktu eksposur: 22,5 jam
Lokasi pemotretan: El Sauce, Chile
Perangkat lunak pemrosesan: PixInsight, Photoshop