本站提供正體中文版。切換到正體中文本站提供简体中文版。切换到简体中文This site is available in English.View in Englishこのサイトには日本語版があります。日本語で表示이 사이트는 한국어로도 제공됩니다.한국어로 보기Diese Website ist auch auf Deutsch verfügbar.Auf Deutsch ansehenEste sitio web también está disponible en español.Ver en españolQuesto sito è disponibile anche in italiano.Visualizza in italianoCe site est également disponible en français.Afficher en françaisEste site também está disponível em português.Ver em portuguêsDeze website is ook beschikbaar in het Nederlands.In het Nederlands bekijkenЭтот сайт также доступен на русском языке.Смотреть на русскомयह वेबसाइट हिन्दी में भी उपलब्ध है।हिन्दी में देखेंهذا الموقع متاح أيضًا باللغة العربية.عرض بالعربيةBu site Türkçe olarak da mevcut.Türkçe görüntüleTa strona jest dostępna także po polsku.Wyświetl po polskuTrang web này cũng có phiên bản tiếng Việt.Xem bằng tiếng Việtاین وب‌سایت به فارسی هم در دسترس است.مشاهده به فارسی

Segelas air yang menyala dalam gelap itu: eksperimen pendaran luminol

Esai2025.07

Beberapa teman sangat penasaran: segelas air yang menyala dalam gelap itu, sebenarnya apa?

Itulah eksperimen pendaran luminol. Zat ini sering dipakai untuk memeriksa reaksi bercak darah di tempat kejadian perkara — asalkan ada bercak darah, ia akan menyala. Berikut ini saya rangkumkan penjelasan yang berkaitan dengan eksperimen tersebut.

Penjelasan eksperimen

Ketika luminol larut dalam larutan basa, ia mengalami deprotonasi dan membentuk anion yang reaktif. Setelah ditambahkan hidrogen peroksida (H₂O₂) dan sedikit ion besi (Fe³⁺), anion luminol pun teroksidasi dan menghasilkan produk antara berumur pendek dalam keadaan tereksitasi.

Molekul dalam keadaan tereksitasi ini kemudian kembali ke keadaan dasar dan melepaskan energi, yang tampil dalam wujud cahaya biru (sekitar 425 nanometer). “Pendaran” yang kita lihat dengan mata telanjang itu justru adalah proses pelepasan energi ini.

Catatan: munculnya cahaya dengan warna yang berbeda-beda di dalam video itu sebenarnya disebabkan oleh penambahan zat fluoresen secara terpisah ke dalam cairannya.

Pengingat keselamatan

Kalau ada teman yang ingin mencoba mengerjakannya sendiri, harap sangat berhati-hati: bahan eksperimen ini melibatkan natrium hidroksida dan hidrogen peroksida, yang keduanya memiliki tingkat korosivitas dan bahaya tertentu. Saat meracik larutannya, Anda wajib mengenakan sarung tangan dan menanganinya dengan hati-hati.