Pengecilan Bintang dan Penanganan Bintang: Evolusi Metode dan Implementasi PixelMath
Mengecilkan bintang secukupnya dapat membuat subjek utama foto Anda lebih menonjol, terutama di kawasan padat bintang seperti daerah Bima Sakti: bila dibiarkan begitu saja, langit yang penuh bintang akan sangat mengganggu nebulositas. Artikel ini merangkum metode pengecilan bintang, mulai dari filter erosi pada tahun-tahun awal hingga metode citra tanpa bintang yang kini menjadi arus utama beserta implementasinya di PixelMath.
Cara Lama: Pengecilan Bintang dengan Erosi (Erosion)
Pengecilan bintang yang paling awal mengandalkan erosi (Erosion): di Photoshop dengan filter “Minimum”, atau di PixInsight dengan Erosion, untuk mengikis bintang di dalam area terpilih sehingga bintang menjadi lebih kecil. Kalau ingin lebih cermat, cara ini dipadukan dengan mask tepi agar erosi tidak sampai memakan inti bintang.
Sejujurnya, dulu saya jarang mengecilkan bintang, karena Erosion tradisional sering kali merusak bintang (misalnya mengubah bintang yang bulat menjadi belah ketupat, atau merusak bintang berlian). Namun pada sebagian objek, misalnya Nebula Carina yang terletak di kawasan Bima Sakti, sebaik apa pun mask bintang dibuat, hasil akhirnya tetap dipenuhi bintang yang mengganggu nebulositas, dan pada saat itu bintang mau tidak mau harus dikecilkan. Karena itu pula, titik lemah terbesar dari pengecilan bintang berbasis erosi adalah kepekaannya yang ekstrem terhadap kualitas mask: bila mask tidak dibuat dengan baik, artefak mudah muncul di inti bintang dan di sekitarnya.

Titik Balik: Mengecilkan Bintang dengan Citra Tanpa Bintang
Kemajuan zaman perlahan mengubah pengecilan bintang menjadi sesuatu yang cukup diselesaikan dengan menggeser slider, dan kelas ukuran bintang yang hendak dikecilkan pun bebas ditentukan sendiri. Kuncinya ada di sini: orang mulai memakai alat penghapusan bintang (seperti StarNet++) untuk mengecilkan bintang, bukan sekadar untuk menghapus bintang. Pada tahun 2021, setelah semuanya dijadikan script, caranya menjadi semakin praktis, dan filter “Minimum” di PS maupun Erosion di PI sudah tidak begitu populer lagi.
Di PI muncul script pengecilan bintang yang siap pakai. Script ini tidak memakai filter “Minimum” maupun Erosion, melainkan mencapai tujuannya dengan memadukan StarNet++ dan Contour Mask.

Sekalian di sini saya luruskan satu hal yang mudah disalahpahami: opsi “Create star mask” di StarNet++ sebenarnya menghasilkan bukan sebuah mask, melainkan bintang-bintang yang dihapus itu sendiri. Jika Anda memakai PixelMath di PI atau layer di PS untuk menambahkan kembali star_mask ini ke citra yang sudah tanpa bintang, Anda akan memperoleh sesuatu yang nyaris sama dengan citra asli yang belum dihapus bintangnya.

Apakah Ukuran Bintang Menjadi Sama Semua Setelah Dikecilkan?
Seorang rekan penghobi pernah mengatakan bahwa setelah pengecilan bintang, ukuran semua bintang menjadi sama. Benarkah demikian? Ternyata tidak — ukuran bintang setelah dikecilkan terutama ditentukan oleh ukuran bintang aslinya dan oleh mask pengecilan bintang.
Dalam praktiknya, setiap kali mengecilkan bintang Anda memilih tipe bintang yang hendak diperkecil (terutama bintang berukuran kecil hingga sedang) dan membuat mask yang sesuai dengan ukuran bintangnya, sehingga setelah pengecilan ukuran bintang tetap bisa berbeda-beda; hanya saja jejak pengecilan dapat terlihat dari sekeliling bintang. Ambil contoh citra SL 17 yang diperbesar: itu adalah hasil pengecilan bintang sebanyak dua kali (sampai sekarang saya belum pernah melakukan lebih dari dua kali).




Implementasi Pengecilan Bintang dengan PixelMath (Keadaan Nonlinear)
Mengecilkan bintang dengan citra tanpa bintang dapat dikerjakan secara presisi di PI menggunakan PixelMath. Berikut langkah-langkahnya secara terurai:
- Siapkan berkas citra A, beserta berkas citra tanpa bintang dari A, yaitu B.
- Dengan STF dipadukan dengan HistogramTransformation, turunkan kecerahan A dan B sekaligus (geser midtone ke kanan).
- Balikkan A dan B yang kecerahannya sudah diturunkan (keyboard Ctrl+I).
- Bagi A yang sudah dibalik dengan B yang sudah dibalik untuk memperoleh citra bintang terbalik C (PixelMath).
- Kalikan C dengan B yang sudah dibalik untuk memperoleh D, yaitu kebalikan dari citra hasil pengecilan bintang (PixelMath).
- Balikkan D kembali menjadi citra hasil pengecilan bintang yang normal (Ctrl+I).
Langkah 5 dan 6 sebenarnya persis rumus screen blending mode. Jika Anda menginginkan pengecilan yang lebih kuat, turunkan kecerahan A dan B lebih jauh lagi pada langkah 2. Rumus skematisnya sebagai berikut:
afterimage = ~((~mtf_low(beforeimage) / ~mtf_low(starless)) * ~starless)

Metode yang sama juga dapat direproduksi di Photoshop atau Affinity Photo; bedanya, di sana pekerjaannya diselesaikan lewat layer, dan mode pencampuran (blending mode) antarlayer pun sedikit berbeda.

Kunci: Bintang Harus Diambil dengan Benar Lewat “Pembagian Terbalik”
Banyak orang mengolah citra dengan metode penghapusan bintang, tetapi gagal ketika mengembalikan bintangnya di akhir; kuncinya terletak pada bagaimana bintang itu diambil.
Kalau Anda sekadar mengurangkan citra tanpa bintang dari citra asli untuk mendapatkan bintangnya, lalu menambahkan bintang itu kembali, hasilnya sering kali berupa bintang yang redup dan warnanya tidak tepat, tampak seperti opasitas layer yang diturunkan. Penyebabnya, sebagian isi bintang tertinggal di citra tanpa bintang, sehingga pengurangan tidak berhasil mengambil bintang secara utuh.
Cara yang lebih baik adalah memperoleh bintang secara utuh lewat pembagian terbalik; setelah citra tanpa bintang selesai diolah, kembalikan bintangnya dengan perkalian atau perkalian terbalik (screen blending mode).

Linear dan Nonlinear: Rumus Pengambilan dan Pengembalian Berbeda
Setelah RC Astro merilis StarXTerminator (SXT), cakupan penerapan penghapusan bintang meluas dari keadaan nonlinear hingga ke keadaan linear. Namun, langkah dan rumus untuk mengambil maupun mengembalikan bintang tetap sedikit berbeda antara keadaan linear dan nonlinear, dan hal ini sering terlewatkan.
Keadaan nonlinear (citra sudah melalui stretching besar-besaran, sehingga antarpiksel tidak lagi berada dalam hubungan linear aslinya):
- Mengambil bintang: centang “Unscreen Stars” di SXT, atau setelah penghapusan bintang gunakan rumus pembagian terbalik
~(~Original_Nebula / ~Starless_Nebula)untuk memperoleh bintangnya. - Mengembalikan bintang: di PixelMath gunakan rumus perkalian terbalik
~(~Nebula * ~stars), yang tidak lain adalah rumus matematis Screen Blending.
Keadaan linear (setelah integrasi dan sebelum stretching besar-besaran, ketika antarpiksel masih menunjukkan hubungan linear aslinya):
- Mengambil bintang: jangan centang “Unscreen Stars” di SXT.
- Mengembalikan bintang: di PixelMath gunakan rumus penjumlahan
Nebula + stars.

Dengan memastikan citra Anda sedang berada dalam keadaan yang mana, lalu memakai rumus yang sesuai untuk mengambil dan mengembalikan bintang, Anda dapat menghindari masalah bintang yang menjadi gelap, berubah warna, atau gagal sama sekali setelah dikembalikan.