本站提供正體中文版。切換到正體中文本站提供简体中文版。切换到简体中文This site is available in English.View in Englishこのサイトには日本語版があります。日本語で表示이 사이트는 한국어로도 제공됩니다.한국어로 보기Diese Website ist auch auf Deutsch verfügbar.Auf Deutsch ansehenEste sitio web también está disponible en español.Ver en españolQuesto sito è disponibile anche in italiano.Visualizza in italianoCe site est également disponible en français.Afficher en françaisEste site também está disponível em português.Ver em portuguêsDeze website is ook beschikbaar in het Nederlands.In het Nederlands bekijkenЭтот сайт также доступен на русском языке.Смотреть на русскомयह वेबसाइट हिन्दी में भी उपलब्ध है।हिन्दी में देखेंهذا الموقع متاح أيضًا باللغة العربية.عرض بالعربيةBu site Türkçe olarak da mevcut.Türkçe görüntüleTa strona jest dostępna także po polsku.Wyświetl po polskuTrang web này cũng có phiên bản tiếng Việt.Xem bằng tiếng Việtاین وب‌سایت به فارسی هم در دسترس است.مشاهده به فارسی

Cara melakukan binning piksel (Bin) lewat perangkat lunak

Perkakas dan perangkat keras2022.06

Binning piksel (Binning, disingkat Bin) adalah teknik yang lazim dipakai dalam astrofotografi. Artikel ini berfokus pada satu persoalan praktis: alih-alih membiarkan kamera melakukan Bin pada saat pemotretan, lebih baik citranya disimpan dulu, lalu diselesaikan di perangkat lunak pada komputer — hasilnya biasanya lebih baik. Di sini saya berikan satu cara yang paling sederhana untuk masing-masing, PixInsight dan Astro Pixel Processor.

Satu hal yang perlu diingatkan lebih dulu: nilai bawaan Bin berbeda-beda antarmerek

ZWO dan QHY adalah dua merek kamera berpendingin yang paling umum dijumpai dalam astrofotografi amatir dewasa ini. Menariknya, sekalipun dua kamera memakai cip CMOS yang sama, karakteristik pemakaiannya bisa saja berbeda — salah satunya adalah perilaku bawaan Bin (binning piksel). Ternyata nilai bawaan Bin pada ZWO dan QHY memang berbeda.

Justru karena perilaku di sisi bodi kamera berbeda-beda antarprodusen, saya lebih condong menyisakan urusan Bin sampai tahap pascapemrosesan, untuk ditangani secara seragam di perangkat lunak pada komputer. Dengan begitu hasilnya bukan hanya terkendali, pilihan algoritmenya pun lebih banyak. (Mengenai rincian perbedaan Bin antara ZWO dan QHY serta prinsip kedalaman bit, ada artikel khusus tersendiri.)

Cara satu: memakai IntegerResample di PixInsight

Di PI, gunakan Process bernama IntegerResample:

  • atur factor ke 2 dan pilih downsample;
  • pilih average (rata-rata) pada mode.

Hasil yang diperoleh dengan cara ini akan persis sama dengan hasil “Bin rata-rata” di sisi kamera CMOS. Dengan kata lain, Anda bisa menghadirkan kembali efek Bin rata-rata milik bodi kamera di komputer, dan itu pun dihitung dengan data yang utuh.

Pengaturan untuk melakukan Bin lewat perangkat lunak dengan IntegerResample di PixInsight

Cara dua: memakai INTEGRATE scale di APP

Di Astro Pixel Processor, caranya adalah masuk ke halaman “6) INTEGRATE”, lalu atur INTEGRATE scale ke 0.5.

Yang perlu diperhatikan, hasil ini semestinya lebih mirip dengan hasil resample process yang memakai interpolasi (interpolation) di PI, dan tidak sepenuhnya setara dengan cara rata-rata IntegerResample di atas. Perbedaan keduanya terletak pada algoritme yang dipakai saat resampling; dalam pemakaian nyata Anda bisa memilih sesuai kebutuhan.

Pengaturan untuk menjadikan scale 0.5 pada halaman INTEGRATE di APP

Ringkasan

Binning piksel itu sendiri tidak sulit; kuncinya adalah “di mana dikerjakannya”. Melakukan Bin di sisi kamera terutama bertujuan memperkecil berkas atau menaikkan frame rate; tetapi kalau tujuannya meningkatkan rasio sinyal terhadap noise (S/N) dan mempertahankan data yang utuh, maka menyimpan citranya dulu lalu menyelesaikannya lewat perangkat lunak di PixInsight atau APP adalah pilihan yang lebih aman.