本站提供正體中文版。切換到正體中文本站提供简体中文版。切换到简体中文This site is available in English.View in Englishこのサイトには日本語版があります。日本語で表示이 사이트는 한국어로도 제공됩니다.한국어로 보기Diese Website ist auch auf Deutsch verfügbar.Auf Deutsch ansehenEste sitio web también está disponible en español.Ver en españolQuesto sito è disponibile anche in italiano.Visualizza in italianoCe site est également disponible en français.Afficher en françaisEste site também está disponível em português.Ver em portuguêsDeze website is ook beschikbaar in het Nederlands.In het Nederlands bekijkenЭтот сайт также доступен на русском языке.Смотреть на русскомयह वेबसाइट हिन्दी में भी उपलब्ध है।हिन्दी में देखेंهذا الموقع متاح أيضًا باللغة العربية.عرض بالعربيةBu site Türkçe olarak da mevcut.Türkçe görüntüleTa strona jest dostępna także po polsku.Wyświetl po polskuTrang web này cũng có phiên bản tiếng Việt.Xem bằng tiếng Việtاین وب‌سایت به فارسی هم در دسترس است.مشاهده به فارسی

Debayer: pemilihan algoritma dan sensor khusus

Prapemrosesan dan stacking2022.06

Meskipun semakin banyak rekan penghobi yang beralih ke kamera monokrom, sebagian besar orang kemungkinan masih memegang kamera berwarna (OSC). Setelah kamera berwarna menghasilkan berkas aslinya, karena di depan sensor terdapat susunan filter warna (CFA), citra harus melewati Debayer (debayering) dulu agar memiliki warna. Artikel ini membahas pemilihan algoritma Debayer, serta beberapa keadaan yang akan Anda temui pada sensor-sensor khusus.

Bagaimana memilih di antara tiga algoritma bawaan

PixInsight memiliki tiga algoritma Debayer bawaan. Saya menjalankan masing-masing sekali pada citra yang saya potret dengan ZWO 2600MC + Askar ACL 200, dan hasilnya sebagai berikut:

Perbandingan hasil tiga algoritma Debayer: VNG, Bilinear, dan SuperPixel

  • VNG (bawaan): hasilnya paling baik, tetapi artefak muncul di sebagian tepi.
  • Bilinear: artefaknya lebih sedikit daripada VNG, tetapi citranya tampak menjadi agak kabur.
  • SuperPixel: ukuran citra tinggal separuh dari panjang dan lebar aslinya, artefak nyaris tidak ada, tetapi kalau tidak oversample, tepi bintang akan berubah menjadi kotak-kotak seperti kisi.

Kesimpulan: kalau tidak ada kebutuhan khusus, VNG bawaan sudah cukup; kalau Anda mengejar kualitas terbaik, saya sarankan beralih ke CFA Drizzle.

Arsitektur khusus: mode BIN1 pada IMX294

Debayer pada sebagian sensor tidak sesederhana itu. Ambil contoh QHY 294C-P Pro dan ZWO 294MC Pro: keduanya memakai cip Sony IMX294 yang termasuk arsitektur QBC, dan dalam keadaan normal secara otomatis menggunakan mode BIN2; pada keadaan ini melakukan Debayer tidak berbeda dari kamera CFA biasa.

Arsitektur QBC Sony IMX294 dan Debayer pada mode BIN1

Masalahnya muncul setelah belakangan pabrikan membuka pembaruan firmware dan driver bagi pengguna, sehingga pengguna dapat memilih sendiri memotret dengan mode BIN1. Matriks RRGG-RRGG-GGBB-GGBB milik mode BIN1 menimbulkan masalah ketika di-Debayer di PixInsight; berkas semacam itu tidak bisa di-Debayer dengan benar melalui cara biasa.

Ilustrasi matriks khusus mode BIN1

Solusinya begini: di forum PixInsight ada rekan penghobi yang menulis sebuah script yang dapat men-Debayer berkas hasil pemotretan mode BIN1 dengan benar. Teman-teman yang memakai kedua kamera berwarna ini bisa mengambilnya sendiri di forum tersebut.

Hasil script komunitas yang memproses berkas BIN1 dengan benar