本站提供正體中文版。切換到正體中文本站提供简体中文版。切换到简体中文This site is available in English.View in Englishこのサイトには日本語版があります。日本語で表示이 사이트는 한국어로도 제공됩니다.한국어로 보기Diese Website ist auch auf Deutsch verfügbar.Auf Deutsch ansehenEste sitio web también está disponible en español.Ver en españolQuesto sito è disponibile anche in italiano.Visualizza in italianoCe site est également disponible en français.Afficher en françaisEste site também está disponível em português.Ver em portuguêsDeze website is ook beschikbaar in het Nederlands.In het Nederlands bekijkenЭтот сайт также доступен на русском языке.Смотреть на русскомयह वेबसाइट हिन्दी में भी उपलब्ध है।हिन्दी में देखेंهذا الموقع متاح أيضًا باللغة العربية.عرض بالعربيةBu site Türkçe olarak da mevcut.Türkçe görüntüleTa strona jest dostępna także po polsku.Wyświetl po polskuTrang web này cũng có phiên bản tiếng Việt.Xem bằng tiếng Việtاین وب‌سایت به فارسی هم در دسترس است.مشاهده به فارسی

Normalisasi dan Pembobotan pada Integrasi: NSG dan Citra Referensi

Prapemrosesan dan stacking2021.06

Integrasi bukan sekadar menjumlahkan setiap citra dengan porsi yang sama. Kualitas, gradien, dan kecerahan latar setiap citra berbeda-beda, sehingga sebelum integrasi ada dua hal yang harus dikerjakan lebih dulu: mengoreksi gradien setiap citra ke patokan yang sama (normalisasi), serta memberikan bobot yang sesuai kepada setiap citra. Tulisan ini membahas script NSG, dan bagaimana seharusnya memilih citra referensi (reference image).

NSG: Normalisasi dan Pembobotan Beres Sekaligus

Normalize Scale Gradient (NSG) adalah sebuah script yang dipakai sebelum integrasi: ia memberikan bobot yang sesuai kepada setiap citra, dan dengan citra referensi sebagai patokan, mengoreksi gradien citra-citra lainnya, sebelum masuk ke tahap berikutnya, yaitu process integrasi. Selain untuk normalisasi, bobot yang dihasilkannya juga bisa dimanfaatkan untuk membuang seperlunya citra yang penilaiannya lebih rendah.

Script Normalize Scale Gradient (NSG)

Kesan saya sendiri setelah memakainya begini: begitu ada NSG, Subframe Selector dan Local Normalization boleh dibilang sudah bisa disimpan saja — rasanya memang hanya beberapa kali saja saya memakainya. Tentu saja ini kebiasaan pemrosesan pribadi; bagaimana alat dipadu-padankan tetap bergantung pada alur kerja masing-masing.

Citra Referensi: Cara Memilihnya Berbeda pada Dua Tahap

Saat memakai NSG (atau alur registrasi dan normalisasi apa pun), ada satu detail yang mudah terlewat tetapi sangat menentukan: prinsip pemilihan citra referensi pada tahap registrasi bintang dan pada tahap normalisasi justru berlawanan.

  • Citra referensi untuk Star Alignment: pilih foto dengan kualitas “sedang”. Dengan begitu, citra yang kualitasnya lebih baik maupun lebih buruk sama-sama bisa diregistrasikan ke sana dengan mulus.
  • Citra referensi untuk Normalization: pilih foto dengan kualitas “terbaik”. Sebab yang terbaik itulah yang akan dijadikan patokan untuk mengoreksi gradien citra-citra lainnya.

Yang satu harus “menengah”, yang satu lagi harus “terbaik” — jangan sampai tertukar.

Sebuah Kasus Penelusuran: Setelah NSG pun Masih Bermasalah

Normalisasi bukanlah obat mujarab; setelah menjalankan NSG pun citra masih mungkin bercacat. Saya bagikan satu contoh yang saya lihat di komunitas luar negeri: ada orang yang menjalankan ABE setelah selesai dengan NSG, hasilnya citra tetap terlihat bermasalah.

Kasus ketika citra tetap bermasalah setelah menjalankan ABE menyusul NSG

Ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

  1. Sisi kanan citra memiliki polusi cahaya yang lebih kuat, ditambah adanya lapisan awan.
  2. Titik sampel ABE mungkin diletakkan di tempat yang keliru, sementara ABE sendiri tidak bisa menyetel titik sampel secara manual — dalam keadaan seperti ini sebaiknya beralih ke DBE dan meletakkan titik sampel dengan tangan.
  3. Flat mungkin bermasalah, sehingga algoritma kalibrasi perlu diubah menjadi pembagian, bahkan bila perlu flat harus dipotret ulang.

Inti dari kasus ini adalah: yang bisa diperbaiki oleh alat normalisasi dan penghilang latar (NSG, ABE, DBE) hanyalah gradien dan latar belakang; tetapi jika akar masalahnya ada pada polusi cahaya dan awan atau pada flat itu sendiri, Anda harus kembali menanganinya dari sumbernya, bukan membabi buta menumpuk alat di tahap belakang.