本站提供正體中文版。切換到正體中文本站提供简体中文版。切换到简体中文This site is available in English.View in Englishこのサイトには日本語版があります。日本語で表示이 사이트는 한국어로도 제공됩니다.한국어로 보기Diese Website ist auch auf Deutsch verfügbar.Auf Deutsch ansehenEste sitio web también está disponible en español.Ver en españolQuesto sito è disponibile anche in italiano.Visualizza in italianoCe site est également disponible en français.Afficher en françaisEste site também está disponível em português.Ver em portuguêsDeze website is ook beschikbaar in het Nederlands.In het Nederlands bekijkenЭтот сайт также доступен на русском языке.Смотреть на русскомयह वेबसाइट हिन्दी में भी उपलब्ध है।हिन्दी में देखेंهذا الموقع متاح أيضًا باللغة العربية.عرض بالعربيةBu site Türkçe olarak da mevcut.Türkçe görüntüleTa strona jest dostępna także po polsku.Wyświetl po polskuTrang web này cũng có phiên bản tiếng Việt.Xem bằng tiếng Việtاین وب‌سایت به فارسی هم در دسترس است.مشاهده به فارسی
RCW49

RCW49

2025
Jenis objek
Nebula
Data pemotretan
Planewave CDK17 · SBIG STXL-11002
Total waktu eksposur
13.9h

RCW 49, Nebula Darwis Berputar, terletak di rasi bintang Carina dan merupakan salah satu tempat pembibitan bintang paling spektakuler di Bima Sakti. Jaraknya dari Bumi sekitar 13.700 tahun cahaya, membentang 300 sampai 400 tahun cahaya, dan tergolong wilayah hidrogen terionisasi (H II) yang terang. Intinya adalah gugus bintang muda Westerlund 2 yang memiliki sekitar tiga ribu bintang, di antaranya beberapa superraksasa bermassa besar bertipe O dan dua bintang Wolf-Rayet yang langka. Radiasi kuat dan angin bintang yang dilepaskan bintang-bintang perkasa itu terus-menerus mengaduk dan memahat gas serta debu di sekelilingnya, sehingga terbentuklah struktur yang seolah berputar secara dinamis; dari sinilah nama “Darwis Berputar” berasal.

Selain penampilannya yang memukau, nebula ini juga sangat bernilai secara ilmiah. Pengamatan inframerah menyingkap sejumlah besar bintang muda yang bersembunyi di dalam debu, dan lebih dari dua ratus di antaranya masih dikelilingi cakram protoplanet — ini berarti bahwa bahkan di lingkungan yang begitu keras dan berenergi tinggi, sistem keplanetan tetap dapat terbentuk. Berkat skalanya yang raksasa dan radiasinya yang kuat, Nebula Darwis Berputar dipandang sebagai salah satu wilayah hidrogen terionisasi paling terang dan paling aktif di Bima Sakti.